pengertian akuntansi syariah dapat dijelaskan melalui akar kata yang dimilikinya yaitu akuntannsi dan syariah. Definisi bebas dari syariah adalah aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT untuk dipatuhi oleh manusia dalam menjalani segala aktivitas hidupnya didunia. Jadi, akuntansi syariah dapat diartikan sebagai proses akuntansi atas transaksi-transaksi yang sesuai dengan aturan yang telah di tetapkan oleh Allah SWT.
Oleh sebab itu, akuntansi syariah diperlukan untuk mendukung kegiatan yang harus dilakukan sesuai syariah, karena tidak mungkin dapat menerapkan akuntansi yang sesuai dengan syariah jika transaksi yang akan dicatat oleh proses akuntansi tersebut tidak sesuai dengan syariah.
Perkembangan pesat dalam kegiatan usaha dan lembaga keuangan (bank,asuransi,pasar modal, dana pensiun dan lain sebagainya) yang berbasis syariah. Dalam tiga dekade terakhir, lembaga keuangan meningkatkan volume dan niilai transaksi berbasis syariah yang tentunya meningkatkan kebutuhan terhadap akuntansi syariah.
Selanjutnya, perkembangan pemikiran mengenai akuntansi syariah juga semakin berkembang, yang ditandai dengan semalkin terimanya prinsip-prinsip transaksi syariah didunia internasional. Diawali dengan Mit Ghamar Local Saving Bank di Mesir menjadi Nasser Social Bank pada tahun 1972. Perkembangan tentang perbankan syariah terus berlanjut, tidak hanya di timur tengah termasuk pendirian Islamic Development Bank (1975), tetapi juga di Negara-negara Eropa seperti Luksembrug (1978), Swiss (1981) dan Denmark (1983). Perkembangan yang sama juga terjadi dinegara-negara Asia tenggara yang mayoritas penduduknya beragama islam. Di Malaisya, bank syariah pertama berdiri pada tahun 1982 sementara di Indonesia baru terjadi 9 tahun kemudian, dengan pendirian Bank Muamalat Indonesia pada tahun 1991. Pendirian Bank Muamalat sendiri bukanlah sebuah proses yang pendek, tetapi dipersiapkan secara hati-hati. Untuk mengkomodir kebutuhan masyarakat, sebelum tahun 1992, telah didirikan beberapa lembaga keuangan nonbank yang kegiatannya menerapkan sistem syariah. Selanjutnya melalui UU No. 7 tahun 1992 tentang perbankan dan dijabarkan dalam PP No. 72 tahun 1992, pemerintah telah memberikan kesempatan untuk pelaksanaan syariah.
Sabtu, 15 Januari 2011
Peranan Internal Audit Dalam Perusahaan
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam perkembangan dunia usaha dan juga era globalisasi yang datang, maka diperlukan suatu transpasansi dan akuntabilitas dalam melakukan aktivitas bisnis. Setiap perusahaan dalam bersaing menghasilkan keuntungan dituntut untuk dapat menekan biaya agar terwujud laba yang besar,hal ini dapat dilakukan dengan efesiensi dan efektifitas biaya. Dengan demikian maka laba yang diharapkan dapat terealisasi, selain hal tersebut dibutuhkan pula internal control (pengendalian internal) yang baik dalam perusahaan sehingga perusahaan dapat berjalan dengan baik dalam memperoleh laba, oleh sebab itu diperlukan suatu divisi yang bertugas khusus mengawasi jalannya internal control tersebut yaitu Internal Audit.
Maka internal audit sangat memiliki peran yang penting dalam perusahaan. Dari pemaparan diatas maka saya akan mencoba untuk membahas lebih jauh tentang Peranan Internal Audit Dalam Perusahaan.
A. Pengertian Peranan
Menurut Komaruddin (1994;768) ‘peranan-role’ memiliki defenisi sebagai berikut :
• bagian daru tugas utama yang harus dilakukan seorang dalam manajemen.
• Pola prilaku yang diharapkan dapat menyertai suatu status.
• Bagian atau fungsi seseorang dalam kelompok atau pranata
• Fungsi yang diharapkan dari seseorang
• Fungsi setiap variable dalam hubungan sebab akibat.
B. Pengertian Internal Audit
Internal Auditor ialah orang atau badan yang melaksanakan aktivitas Internal Audit. Oleh sebab itu Internal Auditor senatiasa berusaha untuk menyempurnaka dan melengkapi setiap kegiatan dengan penilaian langsung atas setiap bentuk pengawasan untuk dapat mengikuti perkembangan dunia usaha yang semakin kompleks. Dengan demikian internal Auditing muncul sebagai suatu kegiatan khusus dari bidang akuntansi yang luas yang memanfaatkan metode dan teknik dasar dari penilaian.
Beberapa pendapat mengenai Pengertian Internal Auditing juga diberikan oleh beberapa penulis. Berikut ini adalah salah satu diantaranya, yang memberikan batasan Pengertian Internal Auditing sebagai berikut: Status aktivitias penilaian yang bebas atau indnpenden dalam organisasi perusahaan untuk meneliti kembali dalam bidang akuntansi, keuangan clan bidang-bidang lain sebagai dasar memberikan servis pada manajemen. Dari pengetian singkat diatas, dapat dilihat penekanan utama Pengertian Internal Auditing adalah untuk memberikan servis / jasa kepada manajemen.
C. Peranan Internal Audit dalam Perusahaan
Internal Auditing secara menyeluruh mempunyai peranan dalam pencapaian tujuannya, dalam hal ini pelaksanaan kerja Internal Auditing dalam mencapai tujuannya adalah:
1. Membahas dan menilai kebaikan dan ketepatan pelaksanaan pengendalian akuntansi, keuangan serta operasi.
2. Meyakinkan apakah pelaksanaan sesuai dengan kebijaksanaan, rencana dan prosedur yang ditetapkan.
3. Menyakinkan apakah kekayaan perusahaan/organisasi dipertanggungjawabkan dengan baik dan dijaga dengan aman terhadap segala kemungkinan resiko kerugian.
4. Menyakinkan tingkat kepercayaan akuntansi dan cara lainnya yang dikembangkan dalam organisasi.
5. Menilai kwalitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang telah dibebankan.
Dari penjelasan diatas, bahwasanya tujuan dan luas pemeriksaan intern tersebut dalam membantu semua anggota manajemen dalam pelaksanaan tugasnya secara efektif dengan menyediakan data yang objektif mengenai hasil analisa, penilaian, rekomendasi, dan komentar atas aktivitas yang diperiksanya. Sebab itu Internal auditing haruslah memperhatikan semua tahap-tahap dari kegiatan perusahaan dimana dia dapat memberikan jasa-jasanya dalam rangka usaha pencapaian tujuan perusahaan.
Adapun tujuan internal Auditing yang dikemukanan oleh ahli yang lain adalah:
1. Membantu manajemen untuk mendapatkan administrasi perusahaan yang paling efisien dengan memuat kebijaksanaan operasi kerja perusahaan.
2. Menentukan kebenaran dari data keuangan yang dibuat dan kefektifan dariprosedur intern.
3. Memberikan dan memperbaiki kerja yang tidak efisien.
4. Membuat rekomendasi perubahan yang diperlukan dalam beberapa fase kerja.
5. Menentukan sejauh mana perlindungan pencatatan dan pengamanan harta kekayaan perusahaan terhadap penyelewengan.
6. Menetukan tingkat koordinasi dan kerja sama dari kebijaksanaan manajemen.
D. Posisi Internal Auditor Dalam Struktur Organisasi.
Secara garis besar ada tiga alternatif posisi atau kedudukan dari internal Auditor dalam struktur organisasi perusahaan yaitu:
1. Berada dibawah Dewan Komisaris.
Dalam hal ini internal auditing bertanggung jawab pada Dewan Komisaris. lni disebabkan karena bentuk perusahaan membutuhkan pertanggung jawaban yang lebih besar, termasuk direktur utama dapat diteliti oleh internal auditor. Dalam cara ini, bagain pemeriksa intern sebenarnya merupakan alat pengendali terhadap performance manajemen yang dimonitor oleh komisiaris perusahaan. Dengan demikian bagian pemeriksa intern mempunyai kedudukan yang kuat dalam organisasi.
2. Berada dibawah Direktur Utama.
Menurut sistem ini star internal auditor bertanggung jawab pada direktur utama. Sistem ini biasanya jarang dipakai mengingat direktur utama terlalu sibuk dengan tugas-tugas yang berat. Jadi kemungkinan tidak sempat untuk mempelajarilaporan yang dibuat internal auditor.
3. Berada dibawah Kepala Bagian Keuangan.
Menurut sistem ini kedudukan internal auditor dalam struktur organisasi perusahaan berada dibawah koordinasi kepala bagian keuangan. Bagian internal auditor bertanggung jawab sepenuhnya kepada kepala keuangan atau ada yang menyebutnya sebagai Controller. Tapi perlu juga diketahui bahwa biasanya kepala bagian keuangan tersebut bertanggung jawab juga pada persoalan keuangan dan akuntansi. Apabila posisi atau kedudukan internal auditor itu perlu digambarkan dalam skema maka letak kedudukannya dalam struktur organisasi perusahaan adalah sebagai berikut:
E. Laporan Internal Auditor.
Laporan internal auditor merupakan sarana pertanggung jawaban internal auditor atas penugasan pemeriksaan oleh pimpinan. Melalui laporan ini internal auditor akan mengungkapkan dan menguraikan kelemahan yang terjadi dan keberhasilan yang dapat dicapai.
Sebelum membuat laporan, internal auditor terlebih dahulu mengadakan pemeriksaan terhadap bagian yang diperiksa. Dalam melaksanakan internal auditor terlebih dahulu menyusun rencana kerja periksaan yang disetujui pimpinan perusahaan. Berdasarkan rencana kerja pemeriksaan yang telah disusun dan disetujui Direksi atau berdasarkan informasi yang diperoleh baik yang dari dalam maupun dari luar tentang adanya suatu penyelewengan yang akan merugikan kepentingan perusahaan, maka star internal auditing (auditor) akan mengadakan usulan pemeriksaan kepada manajemen. Dalam usulan pemeriksaan, internal auditing hendaknya memberikan pertimbangan-pertimbangan yang beralasan, yang menjadi dasar usulan pemeriksaan yang dilakukan. Disamping itu setiap usulan pemeriksaan harns dapat menggambarkan kepada manajemen jumlah waktu dan biaya yang dibutuhkan dan susunan auditor yang akan melaksanakan tugas tersebut.
Sebagai dasar untuk melakukan suatu pemeriksaan, internal auditor harus memperoleh sural penugasan yang dibuat oleh Direksi atau yang ditunjuk untuk itu. Surat penugasan ini merupakan suatu bentuk bukti persetujuan Direksi untuk melaksanakannya tugas pemeriksaan dan bahwa program pemeriksaannya telah dapat dilaksanakannya. Agar pelaksanaan dilapangan dapat berjalan dengan lancar perlu persiapan, sebagai berikut:
a) Pengumpuian data/informasi yang menjadi dasar usulan pemeriksaan.
b) Kertas-kertas kerja pemeriksaan (working paper), kertas keIja ini merupakan alat yang dapat dipergunakan oleh staf-stafinternal auditing untuk menghimpun data.
Internal audit merupakan bagian yang tak terpisahkan dari siatu perusahaan maka dari itu internal audit memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan perusahaan. Peranan utama dari internal audit adalah untuk mengawasi jalannya operasional perusahaan dalam usaha pencapaian dari tujuan perusahaan.
Posisi internal audit sebagai pengawas dari internal control perusahaan sangat berpengaruh dalam pengunaan sumber daya yang efektif, efesien dan ekonomis, oleh sebab itu peranan yang dimainkan oleh internal audit sangat signifikan dan strategis karena langsung berhubungan dengan sistem pengendalian. Maka seharusnya seluru perusahaan harus memiliki internal audit yang memadai.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam perkembangan dunia usaha dan juga era globalisasi yang datang, maka diperlukan suatu transpasansi dan akuntabilitas dalam melakukan aktivitas bisnis. Setiap perusahaan dalam bersaing menghasilkan keuntungan dituntut untuk dapat menekan biaya agar terwujud laba yang besar,hal ini dapat dilakukan dengan efesiensi dan efektifitas biaya. Dengan demikian maka laba yang diharapkan dapat terealisasi, selain hal tersebut dibutuhkan pula internal control (pengendalian internal) yang baik dalam perusahaan sehingga perusahaan dapat berjalan dengan baik dalam memperoleh laba, oleh sebab itu diperlukan suatu divisi yang bertugas khusus mengawasi jalannya internal control tersebut yaitu Internal Audit.
Maka internal audit sangat memiliki peran yang penting dalam perusahaan. Dari pemaparan diatas maka saya akan mencoba untuk membahas lebih jauh tentang Peranan Internal Audit Dalam Perusahaan.
A. Pengertian Peranan
Menurut Komaruddin (1994;768) ‘peranan-role’ memiliki defenisi sebagai berikut :
• bagian daru tugas utama yang harus dilakukan seorang dalam manajemen.
• Pola prilaku yang diharapkan dapat menyertai suatu status.
• Bagian atau fungsi seseorang dalam kelompok atau pranata
• Fungsi yang diharapkan dari seseorang
• Fungsi setiap variable dalam hubungan sebab akibat.
B. Pengertian Internal Audit
Internal Auditor ialah orang atau badan yang melaksanakan aktivitas Internal Audit. Oleh sebab itu Internal Auditor senatiasa berusaha untuk menyempurnaka dan melengkapi setiap kegiatan dengan penilaian langsung atas setiap bentuk pengawasan untuk dapat mengikuti perkembangan dunia usaha yang semakin kompleks. Dengan demikian internal Auditing muncul sebagai suatu kegiatan khusus dari bidang akuntansi yang luas yang memanfaatkan metode dan teknik dasar dari penilaian.
Beberapa pendapat mengenai Pengertian Internal Auditing juga diberikan oleh beberapa penulis. Berikut ini adalah salah satu diantaranya, yang memberikan batasan Pengertian Internal Auditing sebagai berikut: Status aktivitias penilaian yang bebas atau indnpenden dalam organisasi perusahaan untuk meneliti kembali dalam bidang akuntansi, keuangan clan bidang-bidang lain sebagai dasar memberikan servis pada manajemen. Dari pengetian singkat diatas, dapat dilihat penekanan utama Pengertian Internal Auditing adalah untuk memberikan servis / jasa kepada manajemen.
C. Peranan Internal Audit dalam Perusahaan
Internal Auditing secara menyeluruh mempunyai peranan dalam pencapaian tujuannya, dalam hal ini pelaksanaan kerja Internal Auditing dalam mencapai tujuannya adalah:
1. Membahas dan menilai kebaikan dan ketepatan pelaksanaan pengendalian akuntansi, keuangan serta operasi.
2. Meyakinkan apakah pelaksanaan sesuai dengan kebijaksanaan, rencana dan prosedur yang ditetapkan.
3. Menyakinkan apakah kekayaan perusahaan/organisasi dipertanggungjawabkan dengan baik dan dijaga dengan aman terhadap segala kemungkinan resiko kerugian.
4. Menyakinkan tingkat kepercayaan akuntansi dan cara lainnya yang dikembangkan dalam organisasi.
5. Menilai kwalitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang telah dibebankan.
Dari penjelasan diatas, bahwasanya tujuan dan luas pemeriksaan intern tersebut dalam membantu semua anggota manajemen dalam pelaksanaan tugasnya secara efektif dengan menyediakan data yang objektif mengenai hasil analisa, penilaian, rekomendasi, dan komentar atas aktivitas yang diperiksanya. Sebab itu Internal auditing haruslah memperhatikan semua tahap-tahap dari kegiatan perusahaan dimana dia dapat memberikan jasa-jasanya dalam rangka usaha pencapaian tujuan perusahaan.
Adapun tujuan internal Auditing yang dikemukanan oleh ahli yang lain adalah:
1. Membantu manajemen untuk mendapatkan administrasi perusahaan yang paling efisien dengan memuat kebijaksanaan operasi kerja perusahaan.
2. Menentukan kebenaran dari data keuangan yang dibuat dan kefektifan dariprosedur intern.
3. Memberikan dan memperbaiki kerja yang tidak efisien.
4. Membuat rekomendasi perubahan yang diperlukan dalam beberapa fase kerja.
5. Menentukan sejauh mana perlindungan pencatatan dan pengamanan harta kekayaan perusahaan terhadap penyelewengan.
6. Menetukan tingkat koordinasi dan kerja sama dari kebijaksanaan manajemen.
D. Posisi Internal Auditor Dalam Struktur Organisasi.
Secara garis besar ada tiga alternatif posisi atau kedudukan dari internal Auditor dalam struktur organisasi perusahaan yaitu:
1. Berada dibawah Dewan Komisaris.
Dalam hal ini internal auditing bertanggung jawab pada Dewan Komisaris. lni disebabkan karena bentuk perusahaan membutuhkan pertanggung jawaban yang lebih besar, termasuk direktur utama dapat diteliti oleh internal auditor. Dalam cara ini, bagain pemeriksa intern sebenarnya merupakan alat pengendali terhadap performance manajemen yang dimonitor oleh komisiaris perusahaan. Dengan demikian bagian pemeriksa intern mempunyai kedudukan yang kuat dalam organisasi.
2. Berada dibawah Direktur Utama.
Menurut sistem ini star internal auditor bertanggung jawab pada direktur utama. Sistem ini biasanya jarang dipakai mengingat direktur utama terlalu sibuk dengan tugas-tugas yang berat. Jadi kemungkinan tidak sempat untuk mempelajarilaporan yang dibuat internal auditor.
3. Berada dibawah Kepala Bagian Keuangan.
Menurut sistem ini kedudukan internal auditor dalam struktur organisasi perusahaan berada dibawah koordinasi kepala bagian keuangan. Bagian internal auditor bertanggung jawab sepenuhnya kepada kepala keuangan atau ada yang menyebutnya sebagai Controller. Tapi perlu juga diketahui bahwa biasanya kepala bagian keuangan tersebut bertanggung jawab juga pada persoalan keuangan dan akuntansi. Apabila posisi atau kedudukan internal auditor itu perlu digambarkan dalam skema maka letak kedudukannya dalam struktur organisasi perusahaan adalah sebagai berikut:
E. Laporan Internal Auditor.
Laporan internal auditor merupakan sarana pertanggung jawaban internal auditor atas penugasan pemeriksaan oleh pimpinan. Melalui laporan ini internal auditor akan mengungkapkan dan menguraikan kelemahan yang terjadi dan keberhasilan yang dapat dicapai.
Sebelum membuat laporan, internal auditor terlebih dahulu mengadakan pemeriksaan terhadap bagian yang diperiksa. Dalam melaksanakan internal auditor terlebih dahulu menyusun rencana kerja periksaan yang disetujui pimpinan perusahaan. Berdasarkan rencana kerja pemeriksaan yang telah disusun dan disetujui Direksi atau berdasarkan informasi yang diperoleh baik yang dari dalam maupun dari luar tentang adanya suatu penyelewengan yang akan merugikan kepentingan perusahaan, maka star internal auditing (auditor) akan mengadakan usulan pemeriksaan kepada manajemen. Dalam usulan pemeriksaan, internal auditing hendaknya memberikan pertimbangan-pertimbangan yang beralasan, yang menjadi dasar usulan pemeriksaan yang dilakukan. Disamping itu setiap usulan pemeriksaan harns dapat menggambarkan kepada manajemen jumlah waktu dan biaya yang dibutuhkan dan susunan auditor yang akan melaksanakan tugas tersebut.
Sebagai dasar untuk melakukan suatu pemeriksaan, internal auditor harus memperoleh sural penugasan yang dibuat oleh Direksi atau yang ditunjuk untuk itu. Surat penugasan ini merupakan suatu bentuk bukti persetujuan Direksi untuk melaksanakannya tugas pemeriksaan dan bahwa program pemeriksaannya telah dapat dilaksanakannya. Agar pelaksanaan dilapangan dapat berjalan dengan lancar perlu persiapan, sebagai berikut:
a) Pengumpuian data/informasi yang menjadi dasar usulan pemeriksaan.
b) Kertas-kertas kerja pemeriksaan (working paper), kertas keIja ini merupakan alat yang dapat dipergunakan oleh staf-stafinternal auditing untuk menghimpun data.
Internal audit merupakan bagian yang tak terpisahkan dari siatu perusahaan maka dari itu internal audit memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan perusahaan. Peranan utama dari internal audit adalah untuk mengawasi jalannya operasional perusahaan dalam usaha pencapaian dari tujuan perusahaan.
Posisi internal audit sebagai pengawas dari internal control perusahaan sangat berpengaruh dalam pengunaan sumber daya yang efektif, efesien dan ekonomis, oleh sebab itu peranan yang dimainkan oleh internal audit sangat signifikan dan strategis karena langsung berhubungan dengan sistem pengendalian. Maka seharusnya seluru perusahaan harus memiliki internal audit yang memadai.
Langganan:
Komentar (Atom)